Adopsi iOS 26 Global Meningkat 16 Persen Pengguna iPhone Masih Gunakan iOS 18

Pembaruan iOS 26 dari Apple tidak seakrab yang diharapkan oleh para pengguna iPhone di seluruh dunia. Meskipun telah diluncurkan sejak September 2025 dan menawarkan berbagai fitur baru, data terbaru menunjukkan bahwa banyak pengguna masih setia dengan versi sebelumnya.

Ketika Apple mempresentasikan iOS 26 di ajang WWDC 2025, mereka menjanjikan inovasi dan kemudahan baru bagi penggunanya. Akan tetapi, kenyataan saat ini menunjukkan bahwa adopsi sistem operasi ini berjalan lambat dan kurang mendapatkan respon positif.

Walaupun hadir dengan desain baru yang disebut Liquid Glass dan beberapa fitur menarik, mayoritas pengguna justru belum beranjak dari versi sebelumnya, yaitu iOS 18. Ketidakpuasan pengguna ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan kestabilan dari pembaruan tersebut.

Data terbaru menunjukkan bahwa 33,8 persen pengguna masih setia dengan iOS 18.7, sementara 25,2 persen lainnya masih menggunakan iOS 18.6. Juga terdapat 5,6 persen pengguna yang belum melakukan perubahan dari iOS 18.5.

Dalam konteks ini, persentase pengguna iOS 26 terbilang rendah. Tercatat hanya sekitar 10,6 persen yang menggunakan versi iOS 26.1, diikuti dengan 4,6 persen untuk iOS 26.2 dan 1,1 persen untuk iOS 26.0. Hal ini mengejutkan mengingat adopsi pembaruan versi sebelumnya biasanya lebih cepat.

Data Adopsi iOS 26 Dibandingkan Versi Sebelumnya

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan analisis, terlihat adanya perbedaan mencolok dalam adopsi iOS 26. Data dari satu sumber menunjukkan bahwa kurang dari 16 persen pengguna iPhone telah beralih ke iOS 26, sementara lebih dari 60 persen masih menggunakan iOS 18.

Kondisi ini cukup mencolok jika dibandingkan dengan tahun lalu, saat lebih dari 60 persen pengguna telah beralih ke versi terbaru dari iOS 18. Pada 2024, adopsi iOS 17 juga sudah melonjak di atas 50 persen dalam periode waktu yang sama.

Namun, TelemetryDeck, perusahaan analitik lain, melaporkan hasil yang lebih optimis. Mereka mencatat bahwa sekitar 60 persen pengguna telah beralih ke iOS 26, sedangkan 37 persen masih menggunakan iOS 18. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pengukuran adopsi dapat sangat bervariasi bergantung pada metodologi yang digunakan.

Statcounter, misalnya, melakukan pelacakan berdasarkan tayangan web, sedangkan TelemetryDeck melacak pengguna melalui aplikasi yang menggunakan SDK mereka. Oleh karena itu, hasil yang berbeda dapat dipahami dari sudut pandang pengumpulan data.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Adopsi iOS 26

Ada berbagai faktor yang dapat menjelaskan mengapa banyak pengguna lebih memilih untuk tetap menggunakan iOS 18 daripada beralih ke iOS 26. Salah satunya adalah masalah kestabilan sistem operasi baru yang belum sepenuhnya teruji di lapangan.

Selain itu, kebiasaan pengguna juga mempengaruhi keputusan mereka. Banyak pengguna telah terbiasa dengan desain dan fitur yang ada di iOS 18, sehingga mereka enggan melakukan perubahan. Ketakutan akan kehilangan fungsi tertentu atau menghadapi bug juga menjadi alasan penting.

Beberapa pengguna bahkan mungkin menunggu hingga versi lebih stabil diluncurkan. Dengan adanya laporan tentang bug dan kelemahan di iOS 26, tidak mengherankan jika banyak pengguna lebih memilih bersabar menunggu pembaruan berikutnya.

Faktor lain yang turut berkontribusi adalah ketidakpuasan terhadap fitur yang ditawarkan di iOS 26. Meskipun ada inovasi, beberapa pengguna merasa fitur tersebut tidak signifikan dibandingkan dengan fungsi yang ada pada versi sebelumnya.

Perbandingan dengan Pembaruan Sebelumnya

Dalam sejarah rilis pembaruan iOS, adopsi yang lambat untuk iOS 26 sangat mencolok. Sebelumnya, setelah pembaruan besar, seperti iOS 17, adopsi biasanya cepat karena pengguna merasa adanya kebutuhan untuk memperbarui perangkat mereka.

Pembaharuan yang lebih cepat dalam tahun-tahun sebelumnya mungkin disebabkan oleh kecenderungan pengguna untuk selalu mencari teknologi terbaru dan canggih. Namun, kali ini, banyak pengguna justru merasakan bahwa iOS 26 tidak memenuhi ekspektasi tersebut.

Adopsi yang lambat ini pun berpotensi memengaruhi citra Apple sebagai inovator teknologi. Dengan konsumen yang lebih berhati-hati dalam mengadopsi pembaruan, perusahaan mungkin perlu mengevaluasi kembali strategi peluncuran dan pemasaran mereka.

Penting bagi Apple untuk mendengarkan feedback pengguna agar dapat memperbaiki masalah yang ada. Dengan pendekatan yang lebih baik, perusahaan ini dapat mengembalikan kepercayaan pengguna dan mendorong mereka untuk beralih ke versi terbaru dari iOS.

Di masa mendatang, Apple diharapkan dapat merumuskan strategi yang lebih efisien untuk meluncurkan pembaruan dan memastikan bahwa setiap rilis baru mendapat sambutan yang lebih baik dari pengguna. Ios 26 harus bisa menunjukkan bahwa iOS terbaru bukan hanya sekedar peningkatan, tetapi suatu langkah maju yang revolusioner.

Related posts